RSS

Mendaki Gunung

15 Okt

Lima orang mahasiswa sedang mendaki gunung Ceremai. Ketika perjalanan baru 3/4 nya hari sudah menjelang magrib dan awan mendung bergelelayut di atas. Kasian banget. Akhirnya mereka sepakat untuk istirahat hingga esok hari. Sialnya bagi si Jono dia pengin kencing, karuan temen2 kesel dan ngusir dia agar agak jauhan kencingnya. Akhirnya si Jono nih kencing juga di sebuah belakang pohon besar. Ketika sedang asyiknya kencing sambil merem melek, tiba2 hujan turun dengan lebatnya. Sial banget dia, kencing belum selesai udah keujanan. Ketika dia mo kembali ke temen2nya dia sempet bingung arah mana tadi dia datang, pandangannya telah tertutup oleh gelapnya malam dan hujan yang turun. Dia teriak mencari temennya tapi ngga ada yang nyaut. Akhirnya dia berinisiatif sendiri berjalan ke arah kanan karena feelingnya mengatakan bahwa dari situlah arah tadi dia datang. Tapi yang terjadi dia malah makin menjauh dari teman2nya dan tersaruk saruk di antara hujan lebat dan petir. Suaranya sudah parau karena terlalu sering berteriak, tenaga telah hampir habis, tubuhnya kedinginan, dan pandangan matanya makin tidak jelas karena hari makin malam. Ketika itu tubuh Jono terseret air yang turun dari atas dan dia hampir saja jatuh kedalam jurang jika tangannya tidak segera berpegangan pada gagang pohon. Di saat keputusasaan itulah, dia benar-benar pasrah namun akal sehat Jono masih bisa bekerja.

Jono :” Tuhan, andai kau memang menginginkan aku mati saat ini, aku rela ya tuhan. Tapi aku mohon jangan kau buang aku ke jurang sana, aku tidak kuat menahan sakit ketika aku melayang di udara, tersangkut pohon dan kemudian jatuh di atas sungai yang tidak begitu dalam, sehingga aku jadi patah tulang kaki dan tangan. Dan sebelum nyawaku menghilang, aku masih harus terbentur batu, dan mungkin juga di makan ikan piranha yang makan dagingku sambil ketawa-ketawa. Aku tidak rela ya Tuhan. Kalo aku boleh memilih, medingan aku mati dalam keadaan pingsan dan di makan harimau. Ketika harimau memakanku, aku tidak akan merasakan sakit. Ya tuhan, kabulkanlah doaku”.

Demikianlah, ketika Jono belum juga dia pingsan secara tiba-tiba muncul seekor harimau yang begitu besar. Jono kaget banget, tanpa di sadarinya secara tiba-tiba tenaganya pulih dan Jono bisa berlari kenceng banget untuk menjauh dari harimau. Akhirnya Jono menemukan sebuah gua yang lumayan bisa dijadikan tempat persembunyian. Sambil terengah-engah jono bergumam:

“Tuhan, segitu aja dimasukin ke hati….”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2008 in Bruk brak

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: